Friday, January 18, 2019

winter holiday: seven days in Seoul (bag.1)

Libur telah tiba, libur telah tiba, hatiku gembira! Siapa yang bacanya sambil nyanyi, mungkin kita seumuran hahaha. Jadi, libur musim dingin kemarin saya berkesempatan main ke negara tetangga yang ramai dikunjungi wisatawan dari Indonesia, yes! South Korea. Wacana menahun akhirnya terlaksana, dan alhamdulillah cukup mevvah nggak perlu benar-benar backpackeran, terutama urusan makanan. Karena mungkin akan cukup panjang, ceritanya akan dibagi jadi beberapa post ya. Let's start with the preparation (and impression)..here we go!

1. Beli Tiket
Sebagai orang yang hobi makan (dan tahu kalau makanan halal di Seoul itu lebih banyak dibanding di Tokyo sekalipun), saya berusaha menekan biaya tiket dan penginapan semurah mungkin. Setelah membandingkan harga tiket beberapa maskapai dan transport dari tempat tinggal ke bandara, kami memutuskan untuk pergi dari Osaka. Biaya PP Osaka - Seoul sekitar 30.000 - 35.000 yen/orang dengan menggunakan Peach Aviation, termasuk bagasi dan asuransi. Kalau perginya bukan di musim liburan dan cuma backpackeran, kalian bisa menekan harga sampai di bawah 20.000 yen/orang. Musim dingin begini barang yang dibawa jadi berlipat ganda tebalnya, jadi mau nggak mau memang harus beli bagasi. Mungkin bagian ini kurang relate dengan yang tinggal di Indonesia, tapi siapa tahu ada yang mau Japan - Korea Trip gitu kan :p

sebagian isi koper

Buat saya, ada semacam rasa natsukashii juga ketika kembali menginjakkan kaki di Kansai International Airport. Bandaranya di tengah laut dan cukup besar, walaupun nggak sepadat Narita atau Haneda. Maskapai low cost letaknya di terminal 2, kita bisa menggunakan free shuttle bus dari terminal 1 yang (kalau nggak salah) jadwalnya setiap setengah jam sekali. Ohiya, di KIX terminal 1 ada makanan halal dan mushala lho. Jangan lupa isi perut dan shalat dulu sebelum ke terminal 2, karena di terminal 2 ada banyak banget gatcha relatif lebih kosong :)

2. Penginapan
Saya menggunakan Booking.com untuk mencari penginapan yang sesuai dengan budget, sampai akhirnya menemukan Bong House yang lokasinya cukup strategis di dekat Hyewa Station dan pembayaran bisa dilakukan di tempat saat check in. Harganya sangat bersahabat di kantung mahasiswa, sekitar 23.000 yen untuk 2 orang selama 5 hari (kami memutuskan menginap di rumah teman dan di bandara untuk malam pertama dan terakhir di Seoul karena jadwal kedatangan dan keberangkatan pesawat yang agak nanggung). Kamarnya pun dilengkapi dengan fasilitas kamar mandi dalam, mesin cuci, handuk, wifi, dan kompor. Sayangnya, pemanas ruangannya kurang bisa menghangatkan kamar (atau mungkin saya nya yang terlalu cupu to deal with the winter), tapi overall saya suka dengan penginapannya. Ownernya ramah, kamarnya bersih dan luas, juga ada sarapan dari jam 9 - 11 pagi.
Untuk kalian yang menganggap traveling on budget itu nggak keren, jangan khawatir. Di aplikasi seperti Booking.com dan penyedia jasa penginapan lainnya juga tersedia hotel mewah berbintang yang bisa kalian pilih. Kami memilih penginapan yang murah karena memang fokus traveling kami adalah jalan-jalan dan makan mungkin kami harus membuat satu blog khusus mengulas makanan halal.

3. VISA
Kalau bagian ini mungkin lebih lengkapnya bisa dilihat di website resmi kedutaan besar Korea kali ya tentang apa saja yang dibutuhkan untuk apply VISA. Mungkin yang dibutuhkan untuk apply di Indonesia berbeda dengan di Jepang. Kali ini saya cuma mau share tentang pengalaman apply VISA suami yang tinggal di daerah berbeda. Awalnya sempat khawatir nggak bisa dan harus pake jasa agen (yang mana berarti harus bayar lebih) karena secara teritori memang masuk daerah pelayanan yang berbeda. Tapi, ternyata bisa! Kita cuma perlu menunjukkan bukti buku nikah dan menyertakan fotokopiannya saat aplikasi. Mungkin intinya menunjukkan bahwa kita keluarga kali ya, apalagi di Indonesia bukan sesuatu yang umum nama belakang berubah setelah menikah. Proses sampai VISAnya selesai juga nggak terlalu lama, cuma sekitar 3 hari kerja. Alhamdulillah ya :)

4. SIM Cards
Anak kekinian pasti nggak bisa hidup tanpa jaringan internet, begitupun saya hahaha. Koneksi internet ini selain penting untuk memberi kabar juga untuk check in di sosial media mencari rute terbaik ke tempat tujuan supaya nggak nyasar. Setelah membandingkan harga di bandara dan membeli online di Amazon, saya memutuskan beli di Amazon yang harganya lebih murah. Kartu yang saya beli bisa digunakan selama 6 hari dengan kuota unlimited tapi mengalami penurunan kecepatan setelah 3 GB. Pengaturannya nggak terlalu sulit dan handphone bisa digunakan sebagai hotspot. Sebelum membeli, pastikan dulu kartu masih aktif saat kita traveling.

5. Winter Survival Kits
Bukan rahasia lagi kalau Korea di musim dingin itu luar biasa dinginnya, apalagi buat anak tropis seperti saya. Penting banget bawa long john, heattech, syal, dan jaket yang mumpuni demi kenyamanan bersama. Kalau di Jepang masih bisa jaket dibiarkan terbuka, selama di Korea rasanya jaket harus selalu tertutup rapat biar nggak masuk angin. Sepatu hangat dan tahan air juga nggak kalah penting, terutama kalau lagi ada salju. Pastikan juga kalian membawa pelembab yang juara ya, kalau kulit tidak terhidrasi dengan baik bisa mudah berdarah dan justru membuat liburan jadi nggak menyenangkan.

Kalau mau tahu perjalanan kami selama di Korea, tunggu postingan selanjutnya ya! Semoga bermanfaat ;)

0 komentar:

Post a Comment