Wednesday, January 16, 2019

seberapa mahal biaya hidup di Jepang?

Bukan rahasia kalau biaya untuk bertahan hidup di Jepang jauh lebih mahal dibanding di Indonesia. Tapi, berapa sih sebenarnya biaya bulanan mahasiswa di Jepang? Melalui tulisan ini saya ingin berbagi sedikit gambaran tentang kira-kira berapa mahal biaya hidup di Jepang, khususnya pelajar. Ini berdasarkan pengalaman saya pribadi ya, jadi mungkin ada sedikit perbedaan untuk yang tinggal di kota yang berbeda.

TEMPAT TINGGAL
Harus diakui, biaya sewa tempat tinggal adalah pengeluaran terbesar untuk pelajar Indonesia yang tinggal di Jepang (di luar biaya kuliah bagi yang nggak dapat full scholarship). Selain biaya masuk apato (apartemen) yang bisa sampai 200.000 yen atau sekitar 20 juta rupiah lebih, biaya sewa bulanannya juga nggak murah. Untuk sewa apato 1R ukuran 15 m2 di kota agak besar, dibutuhkan biaya sekitar 25.000 - 30.000 yen per bulan termasuk biaya perawatan. Sementara untuk tempat tinggal yang agak lebih besar (20 - 25 m2) biaya sewanya sekitar 35.000 - 40.000 yen. Seperti yang sudah saya bahas di tulisan tentang tempat tinggal, ada beberapa faktor yang mempengaruhi biaya sewa suatu properti. Di Tokyo misalnya, harga sewa apato dengan klasifikasi yang sama bisa dua kali lipat dibanding kota lainnya. Tapi, umumnya mahasiswa asing di Jepang menyewa tempat tinggal dengan kisaran 25.000 - 50.000 yen per bulan.

MAKANAN
Satu kali makan di luar, kita bisa menghabiskan uang setidaknya 500 yen. Kantin di kampus, atau restoran cepat saji seperti sukiya, menyediakan menu makan yang relatif lebih murah. Tapi, kalau diakumulasi selama 30 hari, kita harus mengalokasikan sekitar 45.000 yen hanya untuk kebutuhan makan saja. Biasanya, mahasiswa asing memilih untuk memasak sendiri dan sesekali makan di luar. Sehingga, dalam satu bulan dibutuhkan anggaran sekitar 20.000 - 25.000 yen. Nggak kalah penting untuk kalian tahu, meskipun harga barang-barang di Jepang cukup homogen, tapi ada perbedaan harga yang lumayan antara belanja di konbini (convenient store) dan suupa (supermarket). Tempat perbelanjaan juga biasanya punya hari tertentu di mana harga beberapa barang yang dijual lebih murah atau pembelian dengan kartu anggota mendapatkan potongan harga. Sebagai mahasiswa di tanah rantau, saya sebisa mungkin memanfaatkaan kesempatan belanja murah ini sebaik-baiknya.

satu set donburi 1000an yen

GAS, LISTRIK, AIR
Tiga kebutuhan ini memang paling membuat deg-degan karena jumlahnya bisa berubah-rubah. Ada beberapa properti yang menerapkan sistem tagihan flat untuk air seperti di apato saya sebelumnya, tapi nggak sedikit juga yang menerapkan sistem meteran. Jenis kompor yang digunakan juga akan sangat berpengaruh pada tagihan gas dan listrik, karena kompor listrik menggunakan daya litrik yang nggak sedikit dan sering membuat tagihan kita membengkak. Biaya yang dibutuhkan untuk ketiga jenis pengeluaran ini sekitar 8.000 - 15.000 yen tergantung musim. Biaya listrik dan gas bisa meningkat tajam di musim dingin hahaha.

Baca juga: pengalaman kuliah master di Jepang

TELEPON DAN INTERNET
Di Jepang, ada tiga provider utama telepon selular, Docomo, AU, dan softbank. Handphone yang dijual di Jepang pun kebanyakan dikunci, sehingga kita harus membeli di salah satu provider tersebut. Walaupun sebenarnya ada pilihan untuk membeli sim free phone atau cuma membeli sim card saja dan menggunakan handphone yang dibawa dari negara asal. Dua opsi terakhir ini menawarkan harga bulanan yang lebih murah dan ketika pulang for good, kita nggak perlu meng-unlock handphone yang dibawa pulang. Ohiya, bagi yang berstatus mahasiswa atau masih dibawah 25 tahun, jangan lupa untuk menanyakan potongan harga. Karena biasanya provider memberikan potongan harga bulanan untuk anak muda.

Anggaran yang harus dialokasikan untuk kebutuhan komunikasi ini sangat bervariasi. Paket bulanan untuk handphone (di luar tagihan cicilan handphone jika menyicil) berkisar antara 3.500 - 8.000 yen tergantung usia, pekerjaan, dan paket yang diambil. Sementara untuk internet, biasanya dibutuhkan dana sekitar 5.000 yen perbulan untuk bisa menikmati internet sepuasnya, dan provider juga ada yang menawarkan potongan biaya kalau menggunakan provider yang sama untuk handphone dan internet di rumah.

PERSONAL CARE
Anggarannya jelas berbeda antara perempuan dan laki-laki ya, you know why wkwkkw. Sabun mandi ukuran 500 g harganya berkisar 500 yen, sampo ukuran 400 g juga berkisar di harga yang sama. Diluar skincare, biasanya saya menghabiskan sekitar 3000 - 4000 yen perbulan untuk toiletries dasar (karena nggak perlu beli setiap bulan kan ya). Untuk skincare dan kosmetik tentunya sangat menyesuaikan dengan pribadi masing-masing, kalau semua belinya barang-barang high end 20.000  yen sebulan juga kurang kayaknya. Untuk yang mau benar-benar on budget, Daiso dan toko 100 yen lainnya juga menjual produk skincare dan kosmetik yang cukup bervariasi dan beberapa ada yang cukup terkenal. Brand seperti Canmake yang pangsa pasarnya adalah remaja, harganya juga relatif lebih murah. Image dari brand ini seperti Emina menurut saya.

Untuk urusan rambut, harga potong rambut untuk laki-laki termurah yang pernah (suami) saya temukan sekitar 1000 yen. Sedangkan untuk perempuan, relatif lebih mahal. Saya sendiri belum pernah menggunakan jasa potong rambut di Jepang, karena lokasi yang hijaber friendly lokasinya jauh dari rumah. Tapi, kalau sekilas lihat dari papan harganya, berkisar di 5000 yen.

Baca juga: pertimbangan memilih kampus di Jepang

TRANSPORTASI
Poin ini agak susah diprediksi, karena sangat bergantung lokasi dan jarak tempuh harian. Di Nagoya, biaya untuk naik subway sekali jalan adalah 200 - 300 yen, sedangkan bis kota 210 yen. Tiket langganan mahasiswa nggak lebih dari 12.000 yen/bulan untuk bebas menggunakan subway dan bis kota sepuasnya. Tapi, kalau kita cuma berlangganan suatu rute subway tertentu, harga perbulannya nggak sampai 7.000 yen. Banyak mahasiswa single memilih tinggal di daerah sekitar kampus yang bisa ditempuh dengan jalan kaki. Jadi, biaya transportasi bisa ditekan, ditambah dengan adanya donichi eco kippu untuk keliling Nagoya di hari libur.

To sum up everything, kebutuhan pokok mahasiswa asing single di Jepang perbulan biasanya sekitar 87.000 yen dengan rincian:

Tempat tinggal   40.000 yen
Makan                25.000 yen
Gas, listrik, air   10.000 yen
Komunikasi       12.000 yen
Toiletries              5.000 yen
Transportasi         5.000 yen

Semoga bermanfaat :)

PS: teman-teman yang punya pertanyaan tentang Jepang, silakan komen di sini ya.

4 comments:

  1. Bermanfaat sekali mbak blog postnya, selama ini bertanya tanya soal ini kalau lihat ada teman ada yang ke Jepang buat kuliah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah kalau bermanfaat. Untuk yang single, biasanya sih 100.000 - 120.000 yen perbulan sudah cukup untuk termasuk main atau nongkrong cantik sesekali. Semoga bisa memberi gambaran yaa :)

      Delete
    2. Lumayan sudah ngasih gambaran, makasih banget infonya mbak :D Sempet ada impian lanjut kuliah di Jepang, tapi tidak direstui, akhirnya stay di sini sampai sekarang, hihi :D #curhat

      Delete
    3. hahaha nggak papa curhat. semoga nanti ada kesempatan main agak lama ke sini ya, mbak. banyak juga yang datang ke sini untuk program 2-3 bulan saja :)

      Delete